Meski demikian, para ahli mengingatkan agar fast charging digunakan secara bijak. Mohammad Masykur, Product Planning Advisor Alva, menjelaskan bahwa fast charging tidak merusak baterai, namun dapat mempercepat siklus hidup atau life cycle baterai. “Setiap baterai memiliki jumlah siklus pengisian tertentu. Fast charging membuat siklus tersebut lebih cepat tercapai,” ujarnya. Ia mencontohkan, seperti halnya manusia yang terus makan dalam porsi besar, tubuh tidak langsung rusak, tetapi bekerja lebih berat.
Dosen Teknik Mesin UGM, Jayan Sentanuhady, menambahkan bahwa penggunaan fast charging terlalu sering dapat membuat baterai cepat panas. “Baterai tidak tahan terhadap panas. Jika temperatur naik terus-menerus, usia baterai bisa menjadi lebih pendek,” jelasnya. Ia juga menegaskan bahwa setiap pabrikan memiliki batas ampere yang dianjurkan.
Untuk menjaga kesehatan baterai, fast charging sebaiknya digunakan saat benar-benar diperlukan, seperti dalam perjalanan jauh. Pada penggunaan harian, para ahli menyarankan pengisian menggunakan charger bawaan (AC) yang lebih stabil dan ramah terhadap umur baterai. By : JDL
Comments
Post a Comment