Jakarta, 14 Maret 2026 - Vingroup dan VinFast meluncurkan kebijakan dukungan terbaru yang menegaskan komitmen jangka panjang terhadap pengembangan mobilitas listrik. Kebijakan ini tidak hanya menjadi respons terhadap dinamika pasar energi global, tetapi juga bagian dari strategi berkelanjutan yang menitikberatkan pada inovasi berorientasi pelanggan dan percepatan adopsi kendaraan listrik di berbagai pasar berkembang.
Di Indonesia, harga bahan bakar hingga 9 Maret 2026 masih relatif stabil meskipun pasar energi global mengalami ketidakpastian. Selama ini, harga bahan bakar di SPBU sering dipandang sebagai indikator stabilitas ekonomi nasional dan sentimen publik. Namun di balik stabilitas tersebut, Indonesia tetap menghadapi kerentanan terhadap fluktuasi harga minyak global karena ketergantungan pada impor energi.
Dalam situasi tersebut, transisi menuju kendaraan listrik semakin dipandang sebagai solusi strategis untuk mengurangi dampak volatilitas energi. Melihat peluang tersebut, Vingroup dan VinFast meluncurkan program “Trade Gas for Electric” di beberapa negara Asia, termasuk Indonesia, Vietnam, India, dan Philippines. Program ini menawarkan diskon tambahan 3% untuk mobil listrik dan 5% untuk motor listrik bagi konsumen yang beralih dari kendaraan berbahan bakar bensin.
Selain itu, perusahaan mobilitas dalam ekosistem Vingroup, GSM Green and Smart Mobility Joint Stock Company, juga memberikan potongan tarif 10% untuk layanan mobilitas listrik melalui platform Xanh SM di Vietnam dan Green SM di Indonesia selama 11–31 Maret 2026. Inisiatif ini bertujuan menurunkan hambatan bagi konsumen untuk beralih ke kendaraan listrik sekaligus membantu menstabilkan biaya mobilitas di tengah ketidakpastian pasar energi global. By : Joppie

Comments
Post a Comment