Jakarta, 17 April 2026 - Di tengah fluktuasi harga bahan bakar, banyak mitra pengemudi ride-hailing di Indonesia mulai melirik solusi kendaraan listrik untuk menekan biaya operasional. Di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung, pendapatan pengemudi sangat dipengaruhi oleh biaya harian, terutama bahan bakar. Ketika harga BBM naik-turun, margin keuntungan menjadi tidak stabil dan sulit diprediksi.
Salah satu pengemudi di Jakarta mengungkapkan bahwa biaya bahan bakar sering kali menjadi beban terbesar dalam pekerjaannya. Ia menyebut bahwa pengisian bensin di awal hari kerap mengurangi pendapatan bersih di akhir hari. Kondisi ini membuat banyak pengemudi mulai mempertimbangkan alternatif yang lebih hemat dan efisien untuk jangka panjang.
Keinginan beralih ke kendaraan listrik sebenarnya sudah lama ada, namun harga beli yang tinggi menjadi hambatan utama. Kini, muncul solusi baru melalui model sewa kendaraan listrik yang lebih terjangkau. Salah satunya ditawarkan oleh VinFast dengan tarif mulai dari Rp312.500 per hari, sehingga pengemudi tidak perlu mengeluarkan biaya besar di awal dan dapat langsung beroperasi.
Selain itu, kendaraan listrik menawarkan efisiensi biaya yang jauh lebih baik. Dengan dukungan insentif dan infrastruktur pengisian daya, biaya charging bahkan bisa sangat rendah di beberapa lokasi. Untuk pengemudi dengan jarak tempuh 200–300 km per hari, penghematan dari sisi energi bisa mencapai jutaan rupiah per bulan dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin.
Contohnya, model seperti VinFast Herio Green mampu menempuh lebih dari 300 km dalam sekali pengisian daya, dengan waktu fast charging sekitar 30 menit dari 10% ke 70%. Dalam jangka panjang, perbedaan biaya operasional ini memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan dan kesejahteraan pengemudi, sekaligus mendukung transisi menuju transportasi yang lebih berkelanjutan. By JDL

Comments
Post a Comment