Jakarta, 17 Juli 2026 - PT BYD Motor Indonesia melanjutkan rangkaian BYD Tech Culture Fest (TCF) 2026 di Bandung, tepatnya di Paskal 23 pada 15–19 Juli 2026, setelah sebelumnya sukses digelar di Jakarta, Medan, Semarang, dan Surabaya. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen BYD dalam memperluas edukasi mengenai kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) melalui perpaduan inovasi teknologi, budaya lokal, dan pengalaman interaktif. Jawa Barat dipilih karena memiliki peran strategis sebagai pusat industri, perdagangan, pendidikan, dan ekonomi kreatif, sekaligus menjadi salah satu wilayah dengan perkembangan ekosistem kendaraan listrik yang pesat.
Saat ini, BYD telah memiliki lebih dari 10.500 pengguna di Jawa Barat, yang mewakili sekitar 50% pasar kendaraan listrik di provinsi tersebut. Kehadiran BYD juga didukung oleh 15 showroom, dengan target ekspansi menjadi lebih dari 31 showroom untuk memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan. Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther T. Panjaitan, mengatakan, "Melalui BYD Tech Culture Fest, kami ingin menghadirkan pendekatan yang lebih inklusif, edukatif, dan mudah diakses, sehingga semakin banyak masyarakat dapat merasakan secara langsung bagaimana teknologi ini mampu menghadirkan pengalaman mobilitas yang lebih aman, efisien, nyaman, dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari."
Selain menghadirkan pameran dan edukasi, BYD juga menggelar BYD M6 DM Media Test Drive yang menguji performa teknologi Dual Mode (DM) di berbagai kondisi jalan di Jawa Barat. Rute sepanjang sekitar 150–152 kilometer melintasi Bandung, Purwakarta, Ciater, Lembang, hingga kembali ke Bandung. Pengujian tersebut membuktikan efisiensi tinggi BYD M6 DM dengan biaya operasional terbaik mulai dari Rp262 per kilometer, menunjukkan kemampuan teknologi DM dalam mengoptimalkan konsumsi energi untuk penggunaan sehari-hari maupun perjalanan jarak jauh.
Luther menegaskan bahwa hasil uji coba tersebut semakin memperkuat keyakinan BYD terhadap potensi teknologi Dual Mode sebagai solusi mobilitas masa depan. "Hasil uji coba menunjukkan capaian yang sangat luar biasa, dengan konsumsi bahan bakar mencapai 144,5 km/liter, atau setara dengan Rp262 per kilometer. Untuk keseluruhan perjalanan sejauh sekitar 150–152 kilometer, rata-rata bahan bakar yang digunakan hanya berkisar 1 hingga 3 liter. Pengalaman ini semakin memperkuat keyakinan kami bahwa teknologi DM dapat menjadi solusi mobilitas yang efisien dan relevan untuk mendukung kebutuhan mobilitas harian masyarakat di Jawa Barat," tutup Luther. By : Joppie
Comments
Post a Comment