Jakarta, 8 Juli 2026 - Menjelang tahun 2030, dunia dihadapkan pada tantangan untuk menyelaraskan implementasi berbagai komitmen global terkait perubahan iklim, pengurangan risiko bencana, dan pembangunan berkelanjutan. Meskipun kerangka internasional seperti Paris Agreement, Sendai Framework for Disaster Risk Reduction, dan Sustainable Development Goals (SDGs) telah memberikan arah yang jelas, pelaksanaannya masih sering berjalan secara terpisah sehingga diperlukan pendekatan yang lebih terintegrasi.
Sebagai respons atas tantangan tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Program SIAP SIAGA, kemitraan Australia-Indonesia untuk Manajemen Risiko Bencana, menggelar Seminar Nasional "Menuju Resiliensi Berkelanjutan" pada 30 Juni 2026 di Jakarta. Kegiatan ini menjadi rangkaian awal menuju The 3rd Global Forum for Sustainable Resilience (GFSR) 2026 yang akan berlangsung pada 9–10 September mendatang, sekaligus menjadi wadah untuk menghimpun rekomendasi strategis dari berbagai pemangku kepentingan.
Mengusung tema "Integrate the Architecture: Unifying Governance for Resilience", seminar tersebut menghadirkan perwakilan pemerintah, organisasi internasional, akademisi, sektor swasta, hingga masyarakat sipil. Sejumlah instansi yang berpartisipasi di antaranya Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Kementerian Keuangan, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Dalam Negeri, serta perwakilan SIAP SIAGA dan BNPB untuk membahas penyelarasan agenda perubahan iklim, pengurangan risiko bencana, dan pembangunan berkelanjutan.
Senior Program Manager DFAT Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Riri Silalahi, menegaskan bahwa tantangan global tidak dapat diselesaikan melalui pendekatan yang terfragmentasi. Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi yang mampu memperkuat sinergi antaragenda sehingga berbagai komitmen internasional dapat diwujudkan menjadi aksi nyata. Melalui semangat tersebut, GFSR 2026 diharapkan menjadi platform kolaboratif yang mampu memperkuat tata kelola resiliensi sekaligus menyelaraskan tiga agenda global menuju periode pasca-2030. By : Frodo
Comments
Post a Comment