IFRA 2026 Digelar di ICE BSD, Hadirkan 250 Merek Waralaba dan Peluang Bisnis


 Jakarta, 29 Agustus 2026 - IFRA 2026 kembali digelar sebagai ajang yang mempertemukan pelaku usaha, pemilik merek, investor, dan calon mitra di tengah peluang pertumbuhan sektor waralaba dan kemitraan di Indonesia. The 25th International Franchise, License and Business Concept Expo & Conference (IFRA) 2026 resmi dibuka pada 28 Agustus dan berlangsung hingga 30 Agustus 2026 di Hall 7, ICE BSD City. Momentum ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,29 persen secara tahunan pada triwulan II 2026 berdasarkan data BPS.

Mengusung tema “Empowering the Growth of Ethical Franchising”, IFRA 2026 menghadirkan 250 merek dari 175 perusahaan yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari makanan dan minuman, pendidikan, kesehatan, ritel, hingga layanan lainnya. Pameran yang diselenggarakan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) bersama Dyandra Promosindo ini menjadi ruang untuk memperkenalkan konsep bisnis sekaligus mendorong pertumbuhan waralaba yang memiliki sistem, standar, dan tata kelola yang baik.


Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Iqbal Shoffan Shofwan, menilai waralaba memiliki peran penting dalam mendorong kewirausahaan nasional. “Waralaba adalah salah satu skema distribusi dalam Undang-Undang Perdagangan untuk mendorong kewirausahaan, yang rasionya di Indonesia baru 3,29 persen, masih tertinggal dari negara tetangga,” ujarnya. Ia juga mengungkapkan perkembangan positif merek lokal, di mana saat ini terdapat 169 pendaftaran STPW dari merek lokal, lebih tinggi dibandingkan 163 pendaftaran dari merek asing.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), Anang Sukandar, menekankan bahwa waralaba tidak dapat disamakan begitu saja dengan kemitraan. “Kemitraan itu bentuknya KSO atau Kerja Sama Operasi, PIR atau Perusahaan Inti Rakyat, dan subkontrak. Sementara franchise itu konsep pemasaran sekaligus strategi perusahaan,” jelas Anang. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar dalam mengembangkan bisnis waralaba, salah satunya melalui kekayaan kuliner dan beragam potensi usaha lokal.

Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, berharap IFRA 2026 tidak hanya menghasilkan transaksi, tetapi juga menciptakan kolaborasi bisnis yang berkelanjutan. “IFRA 2026 kami hadirkan sebagai business meeting point yang mempertemukan pemilik merek dengan calon mitra dan pelaku usaha,” katanya. Selain pameran, IFRA 2026 menghadirkan Business Talkshow, IFRA Women's Talk, Celebpreneur Talkshow, Retirees Seminar, hingga kompetisi konsep bisnis. Tiket masuk dibanderol Rp60.000, dengan promo khusus Gebyar Promo 63 berupa tiket gratis untuk 63 pengunjung pertama setiap hari serta diskon 63 persen menjadi Rp22.200 bagi 630 pengunjung per hari. By : Joppie

Comments