IFRA Business Expo 2026 Hadirkan 250 Brand Franchise dan Peluang Bisnis untuk Entrepreneur Indonesia
Jakarta, 31 Agustus 2026 - IFRA Business Expo 2026 semakin meriah dengan menghadirkan sekitar 250 brand yang menawarkan beragam peluang bisnis dan kemitraan bagi calon entrepreneur maupun pelaku usaha. Sejumlah brand yang hadir antara lain Alfamart, Alfamidi, Guardian, Apotek K-24, Sour Sally, Indomaret, Shop & Drive, Ray White Indonesia, Martha Tilaar Salon Day Spa, Ayam Gepuk Pak Gembus, Kebab Turki Baba Rafi, dan Teh Kotjok. Kehadiran berbagai sektor usaha tersebut memperlihatkan bahwa model franchise dan kemitraan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk memulai bisnis sekaligus membuka lapangan pekerjaan.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Iqbal Shoffan Shofwan, menegaskan pentingnya meningkatkan rasio kewirausahaan Indonesia yang saat ini berada di angka 3,29 persen. Angka tersebut masih tertinggal dibandingkan Malaysia dan Thailand yang berada di kisaran 4,8–5 persen, serta Singapura yang mencapai 8–12 persen. Pemerintah menargetkan rasio kewirausahaan Indonesia mencapai 10 persen pada 2045, salah satunya melalui pameran seperti IFRA yang dinilai mampu mempertemukan masyarakat dengan berbagai peluang usaha.
Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), Anang Sukandar, juga melihat potensi besar bisnis lokal untuk dikembangkan menjadi waralaba. Menurutnya, banyak usaha daerah yang telah beroperasi lebih dari lima tahun dan memiliki kepercayaan konsumen, namun belum menyadari potensi untuk berkembang melalui sistem franchise. IFRA 2026 turut memberikan apresiasi melalui Indonesia Business Opportunity Marketing Awards (IBOMA) 2026, dengan penerima penghargaan antara lain BIRU, Indomaret, Shop & Drive, Apotek K-24, Ray White Indonesia, Martha Tilaar Salon Day Spa, Ayam Gepuk Pak Gembus, Studiorenang.com, Leit Leadership English Institute, Kebab Turki Baba Rafi, Ohayo Drawing School, dan Teh Kotjok.
Selain menghadirkan peluang bisnis, IFRA 2026 juga menggelar berbagai talkshow edukatif untuk menjangkau generasi muda, perempuan, hingga pensiunan. Konten kreator sekaligus pengusaha muda Ryu Kintaro bersama brand Tjap Nyonya Kaya membagikan pandangan mengenai cara generasi muda membangun bisnis dari langkah kecil. Sementara itu, Founder & CEO Salaku Cara Enak Makan Salak, Shelly, membagikan kisah pengembangan produk lokal berbasis salak melalui pemberdayaan petani, diversifikasi produk, prinsip zero waste, marketplace, ritel modern, hingga ekspor yang selaras dengan agenda SDGs.
IFRA Business Expo 2026 juga mendorong brand lokal untuk meningkatkan daya saing melalui diskusi bersama The Entrepreneurs Society bertajuk “From Local Brand to World-Class Brand: What It Takes to Grow”. Diskusi tersebut membahas pentingnya fondasi bisnis, identitas dan diferensiasi brand, serta kemampuan beradaptasi dengan pasar global. Project Manager IFRA 2026, Mega Khoriani, menegaskan bahwa IFRA bukan sekadar pameran, tetapi menjadi titik awal terciptanya peluang baru, jaringan bisnis yang lebih luas, dan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan. Setelah penyelenggaraan offline, IFRA Business Expo 2026 juga masih dapat diikuti secara online hingga Desember 2026. By : JDL

.jpg)
Comments
Post a Comment