GIFA dan METEC Indonesia Kembali Digelar September 2028, Fokus Teknologi Metalurgi dan Industri Aluminium
Jakarta, 29 September 2026 - Messe Düsseldorf Asia dan PT Pamerindo Indonesia memastikan GIFA Indonesia dan METEC Indonesia kembali digelar pada September 2028 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran. Kepastian ini menyusul suksesnya edisi 2026 yang mempertemukan 260 perusahaan dari 20 negara dan lebih dari 6.000 pengunjung profesional selama empat hari, dengan agenda bisnis, forum teknis, dan business networking.
Diselenggarakan bersamaan dengan Mining Indonesia pada 9–12 September 2026, GIFA dan METEC Indonesia memperkuat posisinya sebagai platform utama Asia Tenggara untuk teknologi pengecoran logam, metalurgi, pembuatan baja, dan pemrosesan logam. Menurut Managing Director Messe Düsseldorf Asia Lars Wismer, interaksi antara pemilik smelter, pabrik pengecoran, pengolah aluminium, dan penyedia teknologi menjadi bagian penting dalam mendorong produktivitas, kualitas, serta nilai tambah industri logam Indonesia.
Pameran 2026 juga menyoroti transformasi industri melalui tiga pilar utama, yakni dekarbonisasi dan efisiensi energi, Smart Factory dan AI, serta ekonomi sirkular dan teknologi masa depan. Sejumlah eksibitor menghadirkan solusi konkret, mulai dari perangkat lunak berbasis AI untuk mengoptimalkan efisiensi energi dan jejak karbon hingga teknologi regenerative burners yang diklaim mampu mengurangi konsumsi bahan bakar tungku hingga 25–45 persen.
Selain teknologi dan digitalisasi, industri aluminium menjadi fokus strategis baru yang akan diperkuat melalui Aluminium Pavilion pada edisi 2028. Langkah ini merespons proyeksi peningkatan kapasitas aluminium Indonesia hingga tiga kali lipat dalam tiga tahun mendatang, sekaligus mengantisipasi potensi kesenjangan antara kapasitas smelting dan kemampuan industri hilir dalam mengolah aluminium menjadi sheet, foil, ekstrusi, hingga komponen otomotif dan kendaraan listrik.
Keberhasilan GIFA dan METEC Indonesia 2026 dinilai semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat perkembangan teknologi pemrosesan logam, metalurgi, dan pengecoran di Asia Tenggara. Melalui penyelenggaraan kembali pada September 2028, pameran ini akan terus mempertemukan industri domestik dengan pemasok teknologi global sekaligus mendorong peningkatan produktivitas, kualitas, efisiensi, dan daya saing manufaktur Indonesia. By : Joppie



Comments
Post a Comment